Kapal Karam.dan kisah Sei Sijenggi

 


Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.,Dari penjabran arti Desa Yang dituangkan dalam Undang Undang Desa nomor 6 tahun 2014 , Desa memiliki kewenangan Lokal Berskala Desa di kenal dengam Subsidaritas dan Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul disebut dsngan nama lainnya Rekognisi, dimana pengakuan hak hak adat yang hidup didalamnya sebelum tebentuknya Desa.

Desa Ini Bernama Desa Sei Sijenggi, yang berada di Jalan Lintas Perbaungan Tebing tinggi, yang terus berbenah,  dengan bentuk Bangunan dan ornamen dihias warna khas Serdang Bedagai , Kantor Desa Sei sijenggie memancarkan sinar dihias lampu lampu di setiap sudut Kantor Desa memberi  kesan tersendiri ketika melintas di Jalan Lintas Sumatera sewaktu malam.Dari Catatam sejarah Desa yang dituturkan Turun Temurun,  menarik yang dipaparkan kepala Desa Desa Sei Sejenggi Bapak Sutarman yang merupakan Kades Terpilih hasil.pemilihan Kepala Desa Serentak di kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2019.

Dimana Sei Sijenggi  Pada Masa Kesultanan Serdang  merupakan sebuah Aliran Sungai  yang bertemu di Hulu dengan Aliran Sungai Buaya, dimana sungai tersebut banyak tumbuh pohon jenggi sejenis pohon kelapa namun kini tapak sungai itu sekarang sudah mengering dan menjadi daratan yang sekarang letaknya tepat di Pos Polantas  Sei Sijenggi. Disampaikan Beliau Lalu Lintas perairan disungai Sei Jenggi  sangat padat masa itu dan menurut kisah yang dituturkan turun temurun  ada kapal syahbandar yang karam di areal sungai sijenggi, dan untuk.mengenang aejarahnya sempat di bangun tugu di areal jalan lintas desa sei sijenggi, namun sekarang sudah di rubuhkan

Literatur kisah yang dituturkan menjadi sebuah sejarah yang menarik menjadi kajian,  ketika dilakukan pemetaan Digital dengan menggunakan Google Map terlihat batas Desa Sei Sijenggi yang diapit oleh Beberapa Desa yang ada Di perbaungan menyerupai Bentuk Kapal. Apakah ini sebuah kebetulan namuna jauh Sebelum ditemukan Tehnologi Pemetaan Batas Desa , Peta Desa Sei sejenggi telah memiliki batas -batas desa dengan pemetaan secara tradisional sejak zaman Dahulu yang jika dilihat sama seperti yang ditampilkan pada peta satelit. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Desa Mewujudkan Pendampingan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045

Hari Bakti Pendamping Desa

Pondok Naga Dalam Perubahan Iklim